jump to navigation

Life is short play more, Hidup ini Singkat berbuatlah yang lebih berarti 9 Mei 2010

Posted by menatamimpi in Uncategorized.
trackback

Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.

Betapa indah kata-kata tersebut. Namun, adakah kenyataan tersebut dalam kehidupan? Hampir mustahil itu terjadi, karena orang yang telah melakukan perjuangan keras saja sulit untuk mendapatkan kesuksesan (sukses dunia maupun akhirat) apalagi hidup dihiasi dengan manja dan foya-foya.

Dalam kehidupan ini kita dapati, ternyata hidup itu pendek. Orang Jawa mengatakan: “urip iku mung mampir ngombe”, hidup itu ibarat mampir minum. Singkatnya hidup di dunia ibarat orang yang hanya mampir sejenak untuk minum, sementara dia harus melanjutkan perjalanan panjangnya. Lalu, dalam singkatnya hidup kita ini, sudahkah kita memanfaatkannya untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya dalam perjalanan panjang menuju  kehidupan abadi nanti?

Ada sebuah iklan menarik yang dikeluarkan oleh Microsoft ketika produk video game mereka, Xbox, bermaksud untuk bersaing dengan Sony Play Station dan Nintendo. Iklan Microsoft Xbox mengisahkan seorang ibu yang melahirkan bayi dan dalam perjalanan waktu yang singkat, bayi tersebut tumbuh menjadi dewasa dan berakhir dalam kuburan. Sebuah filosofi kehidupan baru coba ditawarkan. Life is short, play more. Hidup ini sangat singkat, baru sebentar kita lahir dan tidak lama kita harus segera meninggal. Karena hidup ini sangat pendek, kita tidak punya banyak waktu untuk menikmati hidup ini. Oleh karena itu selama ada waktu pergunakanlah hidup yang singkat ini untuk bermain dan bersenang-senang.

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dishohihkan oleh Syaikh Al Albani).

Tidak akan lepas dua kaki anak Adam di akhirat kecuali setelah ditanyakan lima perkara: Tentang umurnya, di mana ia habiskannya. Tentang masa mudanya, bagaimana ia gunakan. Tentang hartanya, dari mana ia perolehinya dan bagaimana ia dibelanjakan. Tentang ilmunya, apakah yang dilakukan.” (HR At-Tarmizi Shahih No. 2416).

“Sebaik-baiknya manusia, yaitu orang yang panjang umurnya dan semakin bagus amalnya, dan sejelek-jeleknya manusia yaitu orang yang panjang umurnya dan semakin jelek amalnya” (HR Ahmad).

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.